NgajarBeres

Administrasi sekolah,
beres sendiri.

Tujuan pembelajaran yang guru tulis sekali di modul ajar mengalir sendiri ke ATP, KKTP, dan kisi-kisi soal. Lengkap dengan absensi kartu QR, ujian daring, dan koreksi lembar jawaban cukup dari foto HP.

Murid SD, SMP, SMA, mahasiswa, guru, dan dosen bersama dokumen sekolah yang tersusun sendiri
Kedengarannya familiar?

Yang paling sering menyita waktu guru.

Bukan karena mengajarnya sulit. Biasanya karena data yang sama harus diketik ulang di banyak dokumen, dan rekapnya dikerjakan manual di akhir semester.

01

Tujuan pembelajaran diketik berkali-kali

Isinya sama, tetapi harus ditulis lagi di modul ajar, ATP, KKTP, dan kisi-kisi.

02

Koreksi lembar jawaban makan waktu

Satu kelas bisa berjam-jam, belum lagi menyalin nilainya ke buku nilai.

03

Absensi dipanggil satu per satu

Rekap kehadiran baru disusun saat diminta, dari kertas yang tercecer.

04

Ujian daring sulit diawasi

Guru tidak tahu siswa mana yang pindah ke tab lain selama ujian.

Tiga peran, satu data

Ditulis sekali, sisanya ikut terisi.

Yang disiapkan admin sekolah langsung dipakai guru, dan yang dikerjakan guru langsung terlihat oleh siswa. Tidak ada data yang diketik dua kali.

Satu modul ajar mengalir ke tabel, daftar cek, dan jadwal

Admin sekolah

Menyiapkan data sekolah sekali di awal tahun ajaran.

  • Tahun ajaran, mapel, dan rombel
  • Akun guru dan siswa
  • Jadwal pelajaran
  • Rekap nilai dan kehadiran

Guru

Mengajar tanpa memikirkan administrasi di belakangnya.

  • Modul ajar dan perangkat ajar
  • Bank soal dari modul ajar
  • Ujian daring dan koreksi LJK
  • Absensi dengan kartu QR

Siswa

Belajar dan ujian dari HP atau komputer sekolah.

  • Kartu QR untuk absen
  • Ujian dengan jawaban tersimpan otomatis
  • Latihan soal mandiri
  • Melihat nilai dan kehadiran
Murid menunjukkan kartu QR dan guru memindainya dengan tablet
Absensi kartu QR

Satu kelas diabsen dalam hitungan menit.

Setiap siswa punya kartu QR. Guru membuka sesi absensi, lalu memindai kartu satu per satu dengan kamera HP atau tablet. Yang tidak membawa kartu ditandai manual, dan rekap kehadiran tersusun sendiri.

Pindaian tetap tercatat saat internet sempat putus, lalu terkirim begitu tersambung lagi.

Ujian terpantau

Ujian daring yang tetap bisa diawasi.

Soal diacak untuk setiap siswa, jawaban tersimpan otomatis dan tidak hilang saat koneksi sempat putus, dan guru melihat siapa yang keluar dari halaman ujian. Pilihan ganda dinilai otomatis, lengkap dengan analisis butir soal.

Foto pengawasan dihapus otomatis sesuai masa simpan yang diatur sekolah.

Siswa mengerjakan ujian di laptop sementara guru memantau dari tablet
Guru menunjukkan dasbor NgajarBeres
Cara mulainya

Empat langkah, sekolah sudah bisa jalan.

Tidak perlu memasang aplikasi. Cukup HP atau komputer yang bisa membuka browser, dan bisa ditambahkan ke layar utama seperti aplikasi.

01

Daftarkan sekolah

Pendaftaran diperiksa dulu, lalu akun admin sekolah aktif.

02

Siapkan data induk

Tahun ajaran, mapel, rombel, dan jadwal.

03

Tambahkan guru dan siswa

Setiap siswa langsung mendapat kartu QR.

04

Mulai mengajar

Dasbor guru dan siswa terisi sendiri dari jadwal.

Privasi dan keamanan

Data siswa tetap di tangan sekolah.

NgajarBeres dipakai sekolah dari SD sampai perguruan tinggi, jadi data siswa diperlakukan dengan hati-hati sejak awal.

Data tiap sekolah terpisah

Admin dan guru hanya membuka data sekolahnya sendiri.

Kartu QR tanpa identitas

QR berisi kode acak, bukan NIS. Kartu hilang cukup diterbitkan ulang.

Tidak ada AI dari perangkat siswa

Data siswa tidak dikirim ke layanan AI dari HP atau komputer siswa.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering masuk.

Perlu pasang aplikasi?

Tidak. Cukup buka lewat browser di HP, tablet, atau komputer. Bisa juga ditambahkan ke layar utama seperti aplikasi.

Untuk jenjang apa saja?

SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Fitur yang belum cocok untuk siswa kecil, misalnya pengawasan layar, otomatis dimatikan untuk SD.

Bagaimana kalau internet di sekolah putus?

Aplikasi tetap bisa dibuka, dan jawaban ujian juga disimpan di perangkat siswa, jadi tidak hilang saat koneksi sempat putus.

Apakah modul ajar dibuatkan AI?

Guru mengajukan permintaan berisi kebutuhannya. Drafnya disusun dan diperiksa pengelola NgajarBeres dulu, baru masuk ke dokumen guru. Tidak ada tulisan AI yang sampai ke guru tanpa diperiksa.

Siapa yang bisa mendaftarkan sekolah?

Admin sekolah atau guru bisa mendaftar dari halaman Daftar. Pendaftaran admin diperiksa pengelola NgajarBeres, dan pendaftaran guru disetujui admin sekolahnya.

Siapa yang membuat dan merawat sistem ini?

Inovansa, software house di Padang, Sumatera Barat. Kami menulis kodenya sendiri, jadi perbaikan dan penambahan fitur bisa langsung kami kerjakan.

Mulai dari absensi saja dulu.

Tidak perlu memakai semua fitur sekaligus. Satu fitur pun langsung terasa manfaatnya.

Daftarkan sekolah